Membosankan
Aku tak tahu dengan segala macam talenta yang ada padaku.
Malah aku mulai berpikir kalau semuanya membuat bingung arah hidupku.
Mungkin benar katanya, susah sekali kalau hidup kita begitu kompleksnya.
Seperti aku. Cukup egois dalam segala hal. Misalnya, aku ingin menguasai suatu keahlian. Maka, kupikir aku harus benar-benar menguasainya. Tapi, suatu masalah timbul saat usiaku mulai menua. Memang sih masih 20 tahun. Tapi, semua menuntut suatu keseriusan dalam mencapai cita-cita.
Aku sungguh pribadi yang kompleks. Berikut dengan segala macam keahlian yang membuatku bingung mau meneruskan kemana.
Aku suka musik. begitu juga dengan sastra. Atau dengan kata lain menulis cerita. Memang sih, kadang ide menulis itu muncul begitu saja. Dan satu hal yang paling sulit adalah menyelesaikannya. Contohnya, saat ini aku sudah menulis sebuah cerita petualangan yang menurutku terlalu kekanak-kanakan untuk ukuran penulis berumur 20 tahun sepertiku.
Rencananya sih aku mau menjadi novelis cerita detektif. Aku membuat tokoh Christ seperti namaku di dalamnya. Aku berusaha membuat cerita yang menarik minat pembaca dan mencerdaskan mereka. Ada 3 buah ide cerita yang masih dalam proses pengerjaan dan satu buah di kepalaku saat ini. Tapi, yang kurasakan sekarang adalah satu kata, yaitu "m a l a s". Heran, sungguh aku heran.
Aku juga suka melukis. Dan keahlian ini kudapatkan begitu saja dari Tuhan. Ini disebut anugerah. Sebuah talenta. Dan aku juga pernah sukses dengan keahlian ini. Itu dulu sewaktu aku masih SD dan SMP. Sekarang, semuanya serba sulit. Melukis adalah jiwaku. Suatu kebutuhan yang anehnya bisa kutinggalkan begitu saja. Betapa aku telah menyia-nyiakan anugerah Tuhan. Tapi, di suatu kesempatan aku juga ingin kembali melukis dan terus mengembangkannya menjadi lebih besar dari yang dulu.
Musik. Ini lagi menjadi hobby yang sangat aku gemari. Dan karena musik, aku bisa dengan mudah bergaul. Lagipula keahlianku ini sedikt banyaknya membuat aku lebih santai menjalani hari-hari penat. kesibukan dan kemalasan. Aku juga membentuk sebuah grup band sejak SMU dan berlanjut sampai sekarang. Tapi dengan komposisi berbeda. Aku berniat mengenalkan lagu-laguku ke telinga pendengar di Indonesia. Sebagai alat pemuas kebutuhan emosi belaka.
Sekarang, kemana aku melangkah. Suatu saat aku bingung. AKu benar-benar bingung. ditambah lagi perkuliahanku yang berjalan di batuan buruk. Aku kesulitan menjalani ilmu komputer dengan logika matematika dan pikiran eksaknya. Entahlah. Aku berpikir semuanya malah memusingkanku. Benar-benar memberatkan langkahku.