Kau Tak Pernah Jadi Milikku

Di atas, puncak Sinabung yang angkuh
Terbelai lembut dingin jemarinya, menusukku perlahan

Kali ini aku merenung sendiri, tertelan sepi menatap mentari
terbit di sela-sela pedihku, merobek lebar ke dalam nurani
Kau sudah pergi dan tak akan datang saat ini…
Kurasakan angin yang kosong, tak bernyawa, tak seperti masa kita dahulu
di Puncak Sinabung yang kujejak, taklukkan
congkaknya hatiku

Kucari dimana titik aku beranjak mengejar pengakuanmu
mendengar kata iya atas tulus cintaku, untukmu

Berlalu, sayang…
kasihku yang percuma kau buang, ke jurang
di sini, lembah di hadapanku ini
Kau bosan? Menunggu tulus cinta yang kutawarkan
Lalu kau tak mengakuinya, sekedar akuinya…
Betapa kita berada di kutub berbeda

Roh cinta terbang, mati mengenaskan tersambut jalang
aku tak bisa menjadi penanti setia untukmu
Aku ingin lebih berarti daripada mendaki puncak ini, dan
Angin Sinabung membelai rambutku, terpancar fatamorgana kenangan bersamamu
Langkahmu,…
lalu dekapan hangat itu, seperti masa lalu…
Tapi kau bukan milikku
Tak pernah jadi milikku

Christ

One Response to “Kau Tak Pernah Jadi Milikku”

  1. midori Says:

    bagus….

    suka puisi?
    suka puisi juga yah?

Leave a Reply