Kau Tak Ada

Malam merayap di punggungku…
Meresap dalam mendirikan takut teramat sangat, dan kaku
seperti ini, kelam yang kurasakan saat kau tak di sisi
apa kau tahu sengitnya hati melawan sepi?

Semakin melaju malam di antara remang luna
tersendat asa merindukan dara
sepertimu, sayangnya selalu begitu

Kau tak pernah mengerti pedih ini yang temani
kenapa tiada kau saat ini?
Lalu malam semakin merapatkan duduknya di sampingku
membelai getir menyeramkan,
hingga aku tak mengingat kursi manismu
dalam hatiku

Luna kelam merenggut waktuku, sayangnya kurangkai untukmu
yang kusimpan untuk ucapkan betapa aku rindu
saat untuk bisa mencium wangi rambutmu
malam ini
Tapi, malam ini menggantikan sosokmu di hati
walau tak pernah kuingini, peri
Lalu kubuang muka, memendam dendam ingkarmu
kenapa kau tak datang?
kenapa pergi tak biang-bilang?
Apa kau rela digantikan malam?

Kubuang asa dan rinduku
malam berlalu mengajak jarum waktu pergi
kau takkan datang malam ini
Kurangkai mimpi tanpamu, melipat tangan dan doakan

Leave a Reply